Sistem Informasi Enterprise β ERP Odoo 19.0
Mengelola Pipeline Penjualan dan Proyek Jasa UMKM di Odoo 19
4 pertanyaan refleksi β bukan dinilai, untuk mengaktifkan rasa ingin tahu
Instruksi: Jawab di kertas/catatan pribadi. Diskusikan 1 menit dengan teman sebelah. Tidak perlu dikumpulkan.
Berikan contoh nyata dari UMKM mitra Anda: kapan seseorang masih disebut "lead" dan kapan sudah menjadi "opportunity"?
π¬ Diskusikan 1 menit dengan teman sebelah
Apa yang bisa terjadi pada inquiry-inquiry tersebut? Sebutkan 3 skenario yang menyebabkan revenue terlewat.
π¬ Diskusikan 1 menit
Berikan 1 contoh situasi di mana masing-masing model invoicing lebih cocok digunakan untuk proyek jasa.
π¬ Diskusikan 1 menit
Anda menang proyek Rp 20 juta (fixed price). Tim menghabiskan 500 jam kerja @ Rp 50.000/jam. Berapa profit/loss proyek ini? Apa pelajarannya?
π‘ Hint: Total cost = 500 Γ 50.000 = Rp 25.000.000. Proyek fixed price Rp 20 juta. Apa artinya?
π¬ Diskusikan 1 menit
π§ LO 11.1 β Menjelaskan perbedaan Lead & Opportunity dalam sales funnel serta tahapan pipeline optimal UMKM (C2)
π§ LO 11.2 β Mengkonfigurasi pipeline CRM, memproses leads, mengkualifikasi menjadi opportunities hingga Won/Lost (C3)
π§ LO 11.3 β Membuat mailing list dan email campaign sederhana untuk nurturing leads (C3)
π§ LO 11.4 β Membuat project dari SO, mengorganisasi tasks Gantt/Kanban, mencatat timesheets (C3) UMKM Jasa
π LO 11.5 β Menghubungkan timesheets ke invoicing dan menganalisis profitabilitas project (C4) UMKM Jasa
π‘ LO 11.6 β Menganalisis pipeline health, win rate, expected revenue dari CRM dashboard (C4)
CRM Module
Lead Generation Β· Qualification Β· Pipeline Β· Activities Β· Won/Lost
Sales Module
Quotation β SO (seamless dari CRM Won)
Project Module
Tasks Β· Gantt Β· Timesheet Β· Customer Portal
Accounting
Invoice Β· Journal Β· Revenue Recognition
Jalur Belajar: CRM (semua UMKM wajib) ββ Project (wajib UMKM jasa: digital agency, konsultan, kontraktor). UMKM retail/F&B fokus CRM + Analytics.
Section 11.1
Dari Leads di WhatsApp ke Pipeline yang Terkelola
Kontak/perusahaan yang menunjukkan kemungkinan minat β belum terverifikasi. Contoh: orang isi form website, kontak dari pameran dagang.
Lead yang sudah dikualifikasi β ada kebutuhan nyata, budget, authority, timeline. Masuk ke sales pipeline.
Budget
Ada anggaran?
Authority
Bisa memutuskan?
Need
Kebutuhan nyata?
Timeline
Kapan keputusan?
π‘ Di Odoo: Fitur Leads bisa diaktifkan/nonaktifkan. UMKM kecil dengan volume rendah β langsung pakai Opportunity tanpa stage Lead.
Berdasarkan BANT, apakah kontak ini layak langsung jadi Opportunity?
Jawaban: B β Hanya Need yang teridentifikasi (inventory). Budget belum jelas, Authority belum tahu, Timeline belum ada. Masih berstatus Lead, perlu kualifikasi lebih.
Section 11.2
Menangkap dan Mengelola Prospek dari Berbagai Sumber
| Sumber | F&B (B2C) | Jasa Digital | Wholesale | Manufaktur |
|---|---|---|---|---|
| Website Form | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi | Sedang | Sedang |
| Referral | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi |
| Instagram / WA | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi | Rendah | Rendah |
| Pameran / Event | Sedang | Sedang | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi |
| Cold Calling | Rendah | Sedang | β‘ Tinggi | β‘ Tinggi |
Budget disebut: +20
Decision maker: +15
Request demo: +25
Timeline <30hr: +15
Odoo 19: Priority β β β manual atau AI Scoring berdasarkan pola Won historis
Tidak qualified? β Mark as Lost / archive dengan reason
Stages yang generik ("New β In Progress β Closed") menghasilkan data menyesatkan. Wawancara 30 menit dengan orang yang handle sales: "Setelah seseorang menghubungi, apa langkah selanjutnya?"
Jawaban itulah yang jadi pipeline stages Anda.
"Kami ingin implement ERP sebelum Q3. Budget Rp 150 juta disetujui direksi. Masalah utama: inventory tidak akurat dan procurement lambat."
Status kontak ini adalahβ¦
Jawaban: B β Budget β (Rp 150 juta), Authority β (Direktur), Need β (inventory + procurement), Timeline β (sebelum Q3). Semua BANT terpenuhi β langsung Opportunity.
Section 11.3
Mengelola Peluang Penjualan hingga Closed Won
Indicator di Kanban: π’ >5 hari Β· π‘ hari ini Β· π΄ overdue
Klik "Won" β 1 klik buat Quotation di Sales. Customer info & expected revenue jadi starting point. Seamless CRM β Sales.
Klik "Lost" β wajib isi alasan: Competitor, Budget, No Response, Timing. Lost reason = data emas untuk analisis.
Expected Revenue Γ Probability = Weighted Value
| Opportunity | Revenue | Prob. | Weighted |
|---|---|---|---|
| Opp A | Rp 50 jt | 75% | Rp 37,5 jt |
| Opp B | Rp 20 jt | 40% | Rp 8 jt |
| Opp C | Rp 15 jt | 90% | Rp 13,5 jt |
| Total Weighted | Rp 59 jt | ||
Opportunity tanpa next activity = opportunity terlupakan. Aturan sederhana: sebelum menutup halaman, selalu buat 1 activity baru dengan due date.
| Pola Lost Reason | Kemungkinan Insight |
|---|---|
| 40%+ "Harga Mahal" | Target market tidak sesuai / value proposition kurang |
| 30%+ kalah ke kompetitor X | Analisis mengapa: harga? kecepatan? fitur? |
| 25%+ "No Response" | Follow-up terlalu lama β perlu SLA response time |
β οΈ Warning 11.1: CRM hanya berguna jika dipakai konsisten! KPI minimum: β₯95% leads masuk Odoo dalam 24 jam Β· β₯90% opportunities punya next activity Β· 0 opportunity deadline lewat >2 minggu.
Apa kesimpulan tentang pipeline ini?
Jawaban: B β Bottleneck di satu stage menandakan masalah follow-up, follow-through ke negosiasi tidak terjadi. Deadline lewat = opportunities terlupakan. Solusi: review per-opportunity + enforce next activity.
Section 11.4
Nurturing Leads dengan Campaign Terintegrasi
| Metrik | Target "Bagus" |
|---|---|
| Open Rate | > 20% |
| Click Rate | > 3% |
| Bounce Rate | < 5% |
| Unsubscribe | < 0,5% |
π‘ Odoo bisa auto-increase lead score jika lead buka email atau klik link tertentu
Section 11.5 β Khusus UMKM Jasa
Deliver Proyek Jasa dengan Terstruktur dan Transparan
Views: π Kanban (progress per task) Β· π Gantt (timeline + dependencies) Β· π List (detail)
β οΈ Bersihkan nama task sebelum share! Hindari "coba-coba API" di portal.
Section 11.6
Lacak Waktu Tim dan Kendalikan Biaya Proyek
| Kegiatan | B/NB |
|---|---|
| Coding fitur request klien | β Billable |
| Internal meeting mingguan | β Non-Billable |
| Revisi karena request klien | β Billable |
| Revisi karena error tim | β Non-Billable |
| Training internal | β Non-Billable |
Utilization = Billable Hours / Total Working Hours Γ 100%
| Rate | Interpretasi |
|---|---|
| < 60% | β οΈ Kurang produktif / proyek kurang |
| 70β80% | β Target ideal jasa profesional |
| > 90% | β οΈ Risiko burnout, tidak ada waktu training |
Jawaban: B β 88/160 Γ 100% = 55%. Di bawah target ideal 70β80%, menandakan terlalu banyak jam non-billable (meeting internal, revisi error, dll.).
Section 11.7
Tagih Klien dengan Tepat dan Analisis Profitabilitas
| Model | Cara Kerja | Cocok Untuk | Risiko |
|---|---|---|---|
| Time & Material | Invoice = jam aktual Γ rate | Scope belum pasti, iterative | Klien shock total bill |
| Fixed Price | Nilai tetap, regardless jam | Scope jelas & terukur | Rugi jika underestimate |
| Milestones | Invoice per milestone tercapai | Proyek panjang, cashflow | Perlu milestone definition jelas |
Contoh Milestones Digital Agency: 40% saat kontrak ditandatangani Β· 40% saat beta delivered Β· 20% saat final handover.
π§ Konfigurasi di Odoo: Product β Invoicing Policy = "Timesheets" (T&M) atau "Milestones". Fixed Price = manual invoice saat proyek selesai.
Gross Profit = Revenue β (Labor Cost + Expenses)
Labor Cost = Ξ£ (Jam Timesheet Γ Hourly Cost)
Contoh: Proyek Rp 20jt, 600 jam @ Rp 40.000 = cost Rp 24jt β rugi Rp 4jt
1) Timesheet 3β5 proyek serupa β rata-rata jam
2) Buffer 20β30% β 3) Γ blended hourly cost β 4) + margin 40β60%
Contoh: 120 jam + buffer 25% = 150 jam Γ Rp 85k = Rp 12,75jt / (1β0.45) = Rp 23jt
β οΈ Warning 11.2: Employee Hourly Cost harus diisi di HR Settings! Default = Rp 0 β Profit "100%" yang menyesatkan. Isi dengan internal cost termasuk gaji, BPJS, dan tunjangan.
Model invoicing mana yang paling tepat?
Jawaban: B β Scope belum final + potensi berubah = risiko tinggi untuk Fixed Price (bisa rugi besar). T&M melindungi profitabilitas karena invoice berdasarkan jam aktual. Milestones memungkinkan tapi lebih rumit jika scope berubah.
Studi Kasus
| Metrik | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Conversion rate | ~10% | 35% |
| Leads tidak di-follow-up | ~44% | < 2% |
| Waktu buat quotation | 30β60 menit | < 10 menit |
| Invoice turnaround | 7β10 hari | 1 hari |
| Proyek rugi teridentifikasi | Tidak pernah tahu | 2 dari 11 β langsung review |
| Revenue (6 bulan) | Rp 120 jt (baseline) | Rp 420 jt (+250%) |
β οΈ Kenaikan 250% tidak 100% karena Odoo β ada faktor ekspansi tim + proyek besar. Tapi peningkatan conversion 10% β 35% tanpa menambah volume inquiry = kontribusi langsung CRM.
1. Data konversi rendah β masalah produk β 44% leads tidak pernah di-follow-up. Solusi: pastikan proses follow-up optimal sebelum ubah harga/produk.
2. Profitabilitas β uang masuk β Proyek Rp 12 jt ternyata butuh 185 jam (cost Rp 14,6 jt) β rugi Rp 2,6 jt. Timesheet ungkap kenyataannya.
3. Speed to response = competitive advantage β Proyek Rp 80 jt hilang karena respons 5 hari. Kompetitor merespons 2 jam. Setelah Odoo: rata-rata respons inquiry = 4 jam.
4. Lost reason data lebih berharga dari win data β 42% lost karena "budget kecil" β insight: geser target ke UKM menengah (omzet Rp 3β20 M/thn).
5. Timesheet adoption butuh enforcement β Aturan: "Timesheet diisi sebelum penggajian diproses." Tidak punitive tapi efektif β adopsi 100% dalam 1 bulan.
1. Lead = belum dikualifikasi Β· Opportunity = BANT terpenuhi β masuk pipeline. Framework BANT: Budget, Authority, Need, Timeline.
2. Pipeline Stages harus cerminkan proses nyata penjualan UMKM. Probability per stage β Weighted Pipeline = alat forecast revenue.
3. Activities & Follow-up β setiap opportunity wajib punya next activity. No red indicators di pipeline. Lost Reason = data emas untuk perbaikan.
4. Email Marketing β mailing list tersegmentasi + A/B testing subject + analytics (Open Rate, Click Rate) untuk nurturing leads.
5. Project (Jasa) β dari SO β auto-create Project β Tasks + Gantt + Milestones. Timesheet = data billable vs non-billable.
6. Invoicing: T&M (scope uncertain), Fixed Price (scope jelas), Milestones (proyek panjang). Profitability = Revenue β Labor Cost β Expenses.
Di lab praktikum, Anda akan:
Step 1β2
Konfigurasi CRM pipeline + Input 5 leads dari berbagai sumber β qualify β convert
Step 3
Manage 3 opportunities melalui pipeline β Won (auto Quotation) & Lost (dengan reason)
Step 4
Buat project dari SO β tasks + timesheet per task β customer portal
Step 5β6
Generate invoice (T&M atau Milestones) β analisis profitabilitas proyek β CRM dashboard analytics
β οΈ Persiapan: Pastikan Odoo 19 aktif Β· CRM + Project + Timesheets modules installed Β· Data leads UMKM mitra (min 5 prospek, boleh dummy)
1. Kotler, P., & Keller, K. L. (2022). Marketing Management (16th ed.). Pearson.
2. Project Management Institute. (2021). A Guide to the PMBOK (7th ed.). PMI.
3. DychΓ©, J. (2002). The CRM Handbook: A Business Guide to Customer Relationship Management. Addison-Wesley.
4. Odoo S.A. (2024). CRM. odoo.com/documentation/19.0/applications/crm/
5. Odoo S.A. (2024). Project. odoo.com/documentation/19.0/applications/project/
6. Odoo S.A. (2024). Timesheets. odoo.com/documentation/19.0/applications/project/timesheets/
7. Odoo S.A. (2024). Email Marketing. odoo.com/documentation/19.0/applications/marketing/email_marketing/
CRM & Project Management β Bab 11
Sistem Informasi Enterprise β ERP Odoo 19.0
dengan Real UMKM Partner Program