MINGGU 10 · PERTEMUAN TEORI

09

Manufacturing

Mengelola Produksi UMKM dengan Bill of Materials dan Work Orders di Odoo 19

Sistem Informasi Enterprise — ERP Odoo 19.0
dengan Real UMKM Partner Program

Agenda Hari Ini 120 min

1. Pre-Test — Uji Pemahaman Awal 10 min
2. Manufacturing Fundamentals — MTS vs MTO, Tipe Produksi 15 min
3. Bill of Materials (BOM) — Single/Multi-Level, Costing 15 min
4. Work Centers & Routing — Operasi, Labor, Overhead 10 min
5. Manufacturing Orders — Siklus Produksi Lengkap 15 min
6. By-Products, Scrap & Production Costing 15 min
7. Studi Kasus CV Kayu Makmur + Rangkuman & Preview Lab 20 min

🤔 Mari Uji Pemahaman Awal!

3 pertanyaan reflektif — bukan dinilai, tujuannya membangun intuisi sebelum belajar.

Diskusikan jawaban Anda dengan teman sebangku selama 1 menit per pertanyaan.

PRE-TEST · PERTANYAAN 1

Tebak Sebelum Belajar: Jelaskan perbedaan antara "make-to-stock" (MTS) dan "make-to-order" (MTO). UMKM mana yang lebih cocok MTS, dan mana yang lebih cocok MTO?

💡 Petunjuk: Pikirkan produk standar (mie instan) vs produk custom (meja ukir Jepara). Siapa yang produksi duluan, baru jual — dan siapa yang jual dulu, baru produksi?

PRE-TEST · PERTANYAAN 2

Tebak Sebelum Belajar: Anda memproduksi 1 meja kayu. Bahan: 2 lembar kayu (@Rp 150.000), 20 paku (@Rp 500), 1 liter cat (Rp 50.000), 4 kaki meja (@Rp 25.000). Berapa total biaya bahan baku? Apakah ini sudah cukup untuk tentukan harga jual?

💡 Petunjuk: Total material = Rp 460.000. Tapi berapa biaya tenaga kerja tukang? Berapa listrik dan sewa? Tanpa Labor + Overhead, harga jual Anda bisa merugi tanpa sadar.

PRE-TEST · PERTANYAAN 3

Tebak Sebelum Belajar: Apa itu "Bill of Materials" (BOM)? Mengapa BOM penting untuk UMKM manufaktur — apa masalah yang muncul jika BOM tidak terdokumentasi?

💡 Petunjuk: Bayangkan resep masakan yang hanya ada di kepala koki senior. Saat koki sakit, siapa yang tahu takarannya? BOM adalah "resep produksi" yang harus tertulis — bukan di kepala satu orang.

Tujuan Pembelajaran

🧠 LO 9.1 — Menjelaskan perbedaan MTS vs MTO dan tipe produksi UMKM C2 Understand
🔧 LO 9.2 — Membuat BOM single & multi-level, menghitung BOM Cost, konfigurasi Phantom BOM C3 Apply
🔧 LO 9.3 — Mengkonfigurasi Work Centers & Routing, menghitung total production cost C3 Apply
🔧 LO 9.4 — Mengeksekusi Manufacturing Order lengkap: Create → Check → Produce → Validate C3 Apply
🔍 LO 9.5 — Mencatat by-products & scrap, menganalisis scrap rate & dampak biaya C4 Analyze
🔍 LO 9.6 — Menganalisis production variance (Standard vs Actual), laporan efisiensi C4 Analyze

Peta Konsep: Manufacturing Cycle

📋 SO (MTO) 🏭 Manufacturing Order 📦 Check Availability ⚙️ Production ✅ Finished Goods
BOM
Resep Produksi
Work Center
Lokasi + Biaya
Routing
Urutan Operasi
Costing
Material+Labor+OH
Satu MO menyentuh: Sales → Purchase → Inventory → Accounting — integrasi paling kompleks di Odoo

Koneksi Antar Bab

Bab 4
Master Data
Bab 5
Sales
Bab 6
Purchase
Bab 7
Inventory
Bab 8
Accounting
Bab 9
Manufacturing

← Dari Bab 4: Produk FG + RM sudah dikonfigurasi dengan route "Manufacture"

← Dari Bab 5: SO trigger MO otomatis (MTO strategy)

← Dari Bab 6: Shortage → auto PO ke supplier

← Dari Bab 7: Stock moves: consume RM → produce FG

← Dari Bab 8: Production cost → COGS otomatis

→ Ke Bab 12: Integrasi end-to-end paling kompleks

Bagian

9.1

Manufacturing Fundamentals

Dari Resep Kertas ke Proses Terintegrasi

9.1

MTS vs MTO: Dua Strategi Produksi

📦 Make-to-Stock (MTS)

  • Produksi sebelum ada order — stocking di gudang
  • Cocok: produk standar, demand stabil
  • Contoh: kerupuk, biskuit, batik cap motif standar
  • Risiko: overstock, expired goods
Forecast MO Stock SO → Deliver

🛒 Make-to-Order (MTO)

  • Produksi dimulai setelah ada order customer
  • Cocok: produk custom / semi-custom
  • Contoh: furniture ukir Jepara, baju seragam, kue custom
  • Risiko: lead time panjang, no buffer
SO Auto MO Produce Deliver

💡 Banyak UMKM pakai strategi hybrid — MTS untuk produk fast-moving, MTO untuk custom. Odoo dukung keduanya.

Tipe Produksi & Resources

TipeDeskripsiContoh UMKMOdoo Support
DiscreteItem individual yang bisa dihitungFurniture, garmen, tasMRP utama ✅
Batch/ProcessProduksi dalam batch (volume)F&B, kosmetik, kimiaLot tracking ✅
ContinuousNon-stop 24/7Jarang di UMKMTerbatas

Tiga Resources Produksi

🧵 Materials
Input utama — tracked di inventory, consumed saat produksi via BOM
👷 Labor
Waktu & biaya pekerja — tracked via Work Centers (Rp/jam)
⚙️ Equipment
Mesin/alat — capacity planning & preventive maintenance di Odoo 19

Konteks UMKM Manufaktur Indonesia

Tantangan ManualSolusi Odoo Manufacturing
BOM di kertas/Excel terpisahBOM terintegrasi dengan inventory — availability check otomatis
Material shortage saat produksiMRP scheduler → auto-generate PO untuk kekurangan
Biaya produksi tidak akuratProduction costing: materials + labor + overhead
Produksi berdasarkan "feeling"MTO dari SO atau MTS berdasarkan forecast
Retur — tidak bisa trace batchLot tracking per MO

📊 68% UMKM manufaktur pernah mengalami material shortage yang menghambat produksi (Kementerian UMKM, 2023) — MRP mengatasi ini.

Bagian

9.2

Bill of Materials (BOM)

Resep Produksi Digital — Single Level, Multi-Level, Phantom

9.2

Struktur BOM: Single vs Multi-Level

📄 Single-Level BOM

1 produk jadi ← daftar komponen langsung

Contoh: Kain Batik Cap

  • Kain Mori 2.5m
  • Lilin Batik 0.3 kg
  • Pewarna 0.5 liter

✅ Cocok: produk sederhana, 1 tahap

🏗️ Multi-Level BOM

Produk jadi ← subassembly ← komponen dasar

Contoh: Meja Makan Ukir

  • Top Assembly (papan + finishing)
  • └ Papan Jati 2 lembar + Cat
  • Leg Assembly (4 kaki + baut)
  • └ Kayu Balok 4 batang + 16 baut

✅ Cocok: produk kompleks, multi-stage

💡 Phantom BOM (Kits): Untuk produk bundle yang tidak diproduksi secara fisik — contoh: "Paket Lebaran" berisi 3 varian batik dalam gift box. Saat dijual, stok tiap varian berkurang otomatis.

BOM Cost — Kalkulasi Otomatis

BOM Cost = Σ (harga komponen × qty)

Hanya mencakup material. Belum termasuk labor + overhead.

KomponenQtyHargaSubtotal
Kain Mori Prima2.5 mRp 35.000/mRp 87.500
Lilin Batik0.3 kgRp 60.000/kgRp 18.000
Pewarna Sintetis0.5 LRp 40.000/LRp 20.000
Waterglass0.2 LRp 25.000/LRp 5.000
BOM CostRp 130.500

⚠️ BOM Cost ≠ Production Cost. Production Cost = BOM Cost + Labor Cost + Overhead. Jangan tetapkan harga jual hanya berdasarkan BOM Cost!

⚠️ BOM yang Salah Lebih Berbahaya dari Tidak Ada BOM

UMKM tanpa BOM "tahu bahwa mereka tidak tahu". UMKM dengan BOM yang salah percaya data yang keliru.

GejalaKemungkinan Penyebab
Selalu shortage komponen tertentuQty BOM under-estimate (waste tidak dihitung)
Selalu overstock komponenQty BOM over-estimate
Production cost aktual selalu 15%+ di atas standardMultiple BOM inaccuracies
Scrap rate sangat bervariasi antar batchBOM tidak refleksikan variabilitas bahan baku

💡 Tip 9.1 — BOM adalah Single Source of Truth. Tetapkan satu orang sebagai BOM Owner. Review setiap 3 bulan. Gunakan BOM Version di Odoo — jangan hapus, buat versi baru.

Quiz 1 — Bill of Materials

K2: Sebutkan empat informasi kunci yang harus ada dalam BOM yang lengkap, dan jelaskan dua risiko operasional jika BOM tidak akurat.

A. Nama produk, harga jual, alamat supplier, tanggal dibuat

B. Komponen, kuantitas per unit, UoM, harga beli komponen

C. Nama karyawan, shift kerja, mesin yang digunakan, deadline

D. Biaya listrik, biaya sewa, biaya gaji, biaya marketing

⏱️ Diskusikan 1 menit — jawaban di slide berikutnya.

Quiz 1 — Jawaban

✅ Jawaban: B — Komponen, kuantitas per unit, UoM, harga beli komponen.

Keempat info ini memungkinkan: (1) availability check otomatis, (2) BOM Cost kalkulasi, (3) auto-PO saat shortage.

2 Risiko BOM Tidak Akurat:

  • Material shortage di tengah produksi — produksi berhenti, OTD turun
  • Production cost salah → pricing salah — bisa jual rugi tanpa sadar

Bagian

9.3

Work Centers & Routing

Operasi Produksi, Labor Cost, Overhead Cost

9.3

Work Center & Routing di Odoo

Work CenterLabor RateOverhead Rate
Mesin Potong KayuRp 40.000/jamRp 20.000/jam
Meja UkiranRp 50.000/jamRp 10.000/jam
Meja PengamplasanRp 35.000/jamRp 8.000/jam
Finishing & CoatingRp 35.000/jamRp 12.000/jam

Routing = Urutan Operasi

Op 10: Potong Op 20: Ukir Op 30: Amplas Op 40: Finishing

Setiap operasi menghasilkan Work Order otomatis saat MO dikonfirmasi. Operator bisa track waktu via Tablet Mode (Odoo 19).

Menghitung Total Production Cost

Production Cost = BOM Cost + Labor Cost + Overhead Cost

Komponen BiayaSumber DataContoh (Meja Ukir)
BOM Cost (Material)BOM × harga komponenRp 450.000
Labor CostWC rate × durasi operasi(3 jam × Rp 40.000) = Rp 120.000
Overhead CostWC overhead × durasi(3 jam × Rp 12.000) = Rp 36.000
Total Production CostRp 606.000

💡 Tip 9.4: Gunakan production cost untuk tentukan harga jual minimum:
Harga Min = Production Cost ÷ (1 − Target GPM)
Contoh: Rp 606.000 ÷ 0.65 = Rp 932.308 (target GPM 35%)

💡 Tip 9.2 — MRP Scheduler: Teman Terbaik Anda

MRP Scheduler = sistem peringatan dini material shortage yang bekerja 24 jam sehari.

Set Reorder Rules Realistis

Min qty = lead time × konsumsi harian + buffer

Contoh: 5m/hari × 3 hari + 5m = 20m minimum

Ritual Pagi (5 menit)

  • Manufacturing → Overview → cek "Waiting for Material"
  • Inventory → Replenishment → cek draft PO
  • Konfirmasi PO yang relevan

⚠️ Tip 9.3 — Mulai Bertahap: Fase 1 (BOM saja) → Fase 2 (+Scheduler) → Fase 3 (+Work Centers) → Fase 4 (+Cost Analysis). Jangan setup semua sekaligus!

Bagian

9.4

Manufacturing Orders

Siklus Produksi: Create → Check → Produce → Validate

9.4

3 Cara Membuat Manufacturing Order

📝 1. Manual

Manufacturing → Operations → Manufacturing Orders → New

Cocok untuk pesanan ad-hoc atau UMKM sederhana.

🛒 2. Auto dari SO (MTO)

Produk di-set route "Manufacture" + "Make to Order" → SO confirmed → MO otomatis.

Cocok untuk custom production.

🤖 3. MRP Scheduler

Reorder Rule aktif + stok di bawah minimum → Scheduler buat MO otomatis.

Cocok untuk MTS dengan demand planning.

Siklus Manufacturing Order

Draft Confirmed Check Availability In Progress Done ✅

📦 Dampak Inventaris

  • Komponen RM di-reserve saat Check Availability
  • Komponen RM consumed saat produksi
  • Finished Goods masuk stok saat Done

💰 Dampak Akuntansi

  • Journal: Debit WIP, Kredit RM (consume)
  • Journal: Debit FG, Kredit WIP (produce)
  • COGS tercatat saat FG dijual

⚠️ Shortage terdeteksi? Odoo tampilkan ⚠️ saat Check Availability. Klik "Replenish" → auto-create PO ke supplier.

⚠️ Jangan Delete MO yang Sudah Done!

MO berstatus Done = dokumen akuntansi + inventaris yang sudah terintegrasi. Menghapus akan menyebabkan:

❌ Stok inventaris tidak sinkron dengan jurnal akuntansi

❌ COGS tidak akurat di laporan keuangan

❌ Variance report tidak bisa digenerate

Jika ada kesalahan di MO Done:

  • Buat scrap/adjustment untuk perbaiki stok
  • Buat journal entry manual untuk perbaiki akuntansi
  • Konsultasikan dengan akuntan sebelum adjustment besar

MO yang belum validated → boleh Cancel atau edit. Setelah validated → hanya adjustment.

Quiz 2 — Manufacturing Orders

K5: Apa urutan status yang benar dalam siklus Manufacturing Order di Odoo?

A. Draft → In Progress → Confirmed → Check Availability → Done

B. Draft → Confirmed → Check Availability → In Progress → Done

C. Confirmed → Draft → In Progress → Check Availability → Done

D. Draft → Check Availability → Confirmed → Done → In Progress

⏱️ Diskusikan 1 menit — jawaban di slide berikutnya.

Quiz 2 — Jawaban

✅ Jawaban: B — Draft → Confirmed → Check Availability → In Progress → Done

Ini mengikuti alur logis: buat order → konfirmasi → cek ketersediaan bahan → jalankan produksi → selesai + validasi.

Dampak di setiap tahap:

  • Confirmed: komponen di-reserve (tidak bisa dipakai MO lain)
  • In Progress: komponen consumed, Work Orders berjalan
  • Done: FG masuk stok, journal entry tercatat

Bagian

9.5

By-Products & Scrap

Hasil Sampingan, Waste Tracking, dan Pengendalian Kerugian

9.5

By-Products vs Scrap

♻️ By-Product

Produk sampingan yang masih punya nilai ekonomis.

  • Contoh: serbuk gergaji (dijual ke pabrik briket)
  • Contoh: potongan kain kecil (dijual ke pengrajin keset)
  • Di Odoo: konfigurasi di BOM → masuk stok otomatis

🗑️ Scrap

Material/produk rusak, tidak memenuhi standar.

  • Dicatat sebagai kerugian
  • Scrap Rate = scrap ÷ total material × 100%
  • Di Odoo: klik "Scrap" di MO → pilih produk + qty

💡 Tip 9.5 — Dokumentasikan Waste Rate sejak hari pertama. Target realistis: Bulan 1 → hanya dokumentasi. Bulan 2–3 → kurangi 20%. Jangka panjang: benchmark garment 5–8%, furniture 8–12%.

Bagian

9.7

Production Costing & Reporting

Standard vs Actual Cost — Variance Analysis — Laporan Produksi

9.7

Standard Cost vs Actual Cost

📐 Standard Cost

  • Biaya yang direncanakan berdasarkan BOM, Routing, WC rates
  • Dihitung sebelum produksi dimulai
  • Baseline untuk evaluasi efisiensi

📊 Actual Cost

  • Biaya yang benar-benar terjadi selama MO
  • Dihitung setelah MO selesai (Done)
  • Bisa lebih tinggi/rendah dari standard

Production Variance = Actual Cost − Standard Cost

(+) Unfavorable — biaya lebih tinggi dari rencana  |  (−) Favorable — lebih efisien dari rencana

⚠️ Variance bukan sekadar angka. Variance > 15% harus diselidiki: apakah BOM salah, material naik harga, atau proses tidak efisien?

Laporan Produksi di Odoo

LaporanFungsiMenu Path
Production AnalysisVolume produksi, durasi, status MOManufacturing → Reporting
Cost AnalysisStandard vs Actual, variance per MOManufacturing → Reporting
Work Order AnalysisEfisiensi per Work Center, bottleneckManufacturing → Reporting
Overall Equipment EffectivenessAvailability × Performance × QualityManufacturing → Reporting

💡 Tip 9.4 — Production Costing untuk Harga Jual: Gunakan data cost analysis untuk evaluasi harga. Sebelum Odoo, harga ditetapkan berdasarkan "perasaan" atau kompetitor. Sekarang, Anda punya data biaya sendiri sebagai basis negosiasi.

Quiz 3 — Production Costing

K3: Seorang UMKM garment bilang: "Saya tidak perlu membandingkan Standard Cost dan Actual Cost. Yang penting produk terjual dan untung." Setujukah Anda?

A. Setuju — yang penting penjualan lancar

B. Tidak setuju — tanpa variance analysis, margin erosion tidak terdeteksi

C. Setuju — hanya pabrik besar perlu cost analysis

D. Tidak setuju — tapi hanya relevan untuk UMKM retail

⏱️ Diskusikan 1 menit — jawaban di slide berikutnya.

Quiz 3 — Jawaban

✅ Jawaban: B — Tanpa variance analysis, margin erosion tidak terdeteksi.

3 Konsekuensi tanpa variance analysis:

  • Harga jual terlalu rendah — UMKM jual rugi tanpa sadar (Pak Surya: Tempat Tidur Ukir margin 7.3%!)
  • Waste tidak terdeteksi — material bocor perlahan, margin mengecil
  • Input produksi naik harga — tapi harga jual tidak disesuaikan karena tidak ada data pembanding
STUDI KASUS 9.3

CV Kayu Makmur, Jepara

"Zero Material Shortage dalam 3 Bulan"

Industri

Furnitur Custom
Kayu Jati

Karyawan

15 Tukang Kayu
+ 3 Staf

Omzet

Rp 2,5 Miliar
/tahun

Strategi

80% MTO
20% MTS

💥 Titik Balik: Pesanan Hotel Melia Rp 156 juta nyaris batal — cat salah dibeli karena tidak ada BOM tertulis. Kerugian: Rp 20 juta (rework + diskon + kilat delivery).

Before / After: 7 Metrik Kunci

MetrikSebelumSesudah (3 bln)Δ
Material shortage/bulan4–5 kejadian0−100%
Production downtime15–20 jam/bln<1 jam−95%
Akurasi estimasi biaya~75%95%+20pp
Waste rate kayu18%12%−6pp
On-time delivery68%94%+26pp
BOM terstandarisasi0/25 produk25/25+100%
Waktu plan pesanan2–3 hari30 menit−95%

💰 Saving waste: Rp 86,4 juta/tahun · By-product revenue: Rp 1,6 juta/bulan · Gross margin naik dari 22% → 28%

5 Pelajaran dari CV Kayu Makmur

1. BOM Standardization adalah fondasi. Adi interview Pak Joyo 2 minggu → 25 BOM terdokumentasi. Tanpa BOM, fitur lain tidak bisa bekerja.
2. MRP Scheduler = Early Warning System. Shortage ketahuan berminggu-minggu sebelumnya — OTD naik dari 68% → 94%.
3. Labor Costing mengubah cara lihat harga. Pak Surya temukan Tempat Tidur Ukir margin hanya 7.3% — segera koreksi harga.
4. Adoption butuh strategi bertahap. "Admin input, tukang tetap kerja biasa" → dalam 2 bulan tukang mulai percaya sistem.
5. Transparansi data buka peluang baru. Production report rapi → bank berikan kredit Rp 200 juta. "Odoo memberi bahasa yang dimengerti bank."

📌 Rangkuman Bab 9

1. Manufacturing UMKM Indonesia: dominan discrete + MTO, material shortage = masalah #1
2. BOM = resep produksi digital — single-level (sederhana) atau multi-level (subassembly) + Phantom BOM (kits)
3. Work Centers + Routing = track labor & overhead cost per operasi; basis kalkulasi total production cost
4. Manufacturing Order: Draft → Confirmed → Check → In Progress → Done — tiap tahap ada dampak inventaris + akuntansi
5. By-Products punya nilai ekonomis; Scrap harus di-track sebagai baseline improvement
6. Standard vs Actual Cost: variance > 15% harus diselidiki — Production Cost menjadi basis harga jual yang akurat
7. Manufacturing = integrasi paling kompleks: 1 MO menyentuh Sales, Purchase, Inventory, Accounting

🔬 Di Lab Minggu Ini...

Step 1: Buat BOM multi-level untuk produk BBS (Batik Cap + Batik Tulis)
Step 2: Konfigurasi Work Centers + Routing (4 stasiun produksi batik)
Step 3: Jalankan Manufacturing Order dari SO (MTO) + Check Availability
Step 4: Handle shortage → auto PO, catat by-product & scrap
Step 5: Analisis Cost Variance — Standard vs Actual → Hitung GPM

⚠️ Bab ini opsional tergantung tipe UMKM. Jalur A: Manufaktur (full lab). Jalur B: Hybrid (lab ringkas). Jalur C: Retail/Jasa (lab alternatif).

📚 Referensi

Odoo S.A. (2024). Manufacturing. Odoo 19 Documentation.

Jacobs, F. R., & Chase, R. B. (2023). Operations and Supply Chain Management (16th ed.). McGraw-Hill.

Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2022). Operations Management (13th ed.). Pearson.

Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V. (2022). Cost Accounting: A Managerial Emphasis (17th ed.). Pearson.

Kementerian Perindustrian RI. (2023). Peta Jalan Industri Manufaktur Kecil dan Menengah Indonesia 2024–2029.

09

Terima Kasih!

Manufacturing: Mengelola Produksi UMKM dengan
Bill of Materials dan Work Orders di Odoo 19

Sistem Informasi Enterprise — ERP Odoo 19.0
dengan Real UMKM Partner Program