Pertemuan 10

Sistem Pengendalian Internal:
Kas dan Piutang

Konsep COSO, Pengendalian Kas, Rekonsiliasi Bank, Kas Kecil, Piutang Usaha, dan Piutang Tak Tertagih

Pengantar Akuntansi Keuangan untuk Sistem Informasi

Tikno, ST., M.Kom., MCE.

Pertemuan 10 — Overview

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu mengevaluasi kelemahan proses bisnis terkait kas dan piutang, serta merancang kontrol internal untuk mencegah fraud.

10.1 — Pengendalian Internal

Apa Itu Pengendalian Internal?

Pengendalian internal (internal controls) adalah seperangkat kebijakan, prosedur, dan mekanisme yang diterapkan perusahaan untuk:

🛡️

Menjaga Aset

Mencegah pencurian, kehilangan, atau penyalahgunaan harta perusahaan

📊

Keandalan Data

Memastikan catatan akuntansi akurat dan dapat dipercaya

Efisiensi Operasi

Memastikan sumber daya digunakan secara optimal

📋

Kepatuhan

Mengikuti peraturan, hukum, dan standar yang berlaku

10.1 — Kerangka COSO

5 Komponen Pengendalian Internal

🏢

Lingkungan Pengendalian

Budaya integritas, tone at the top — seperti security policy

⚠️

Penilaian Risiko

Identifikasi & analisis risiko — seperti threat modeling

🔧

Aktivitas Pengendalian

Otorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, SoD — seperti input validation

📡

Informasi & Komunikasi

Sistem pelaporan & audit trail — seperti logging & dashboard

👁️

Pemantauan

Evaluasi berkelanjutan — seperti Grafana / Datadog

10.1 — Segregation of Duties

Pemisahan Tugas (SoD)

Prinsip paling fundamental: satu orang tidak boleh mengendalikan seluruh rantai transaksi. Tiga fungsi yang harus dipisahkan:

Otorisasi

Siapa yang menyetujui transaksi

📝

Pencatatan

Siapa yang mencatat transaksi di sistem

🔐

Penyimpanan

Siapa yang memegang aset fisik

⚠️ Tanpa SoD

Jika satu orang melakukan ketiga fungsi, ia bisa mencuri aset, menutupi di catatan, dan menyetujui sendiri — tanpa ada yang tahu.

10.1 — Contoh Pemisahan Tugas

Skenario: Tanpa vs Dengan SoD

❌ Tanpa SoD (Buruk)

Budi merangkap sebagai kasir, pencatat, dan penyimpan:

  • Menerima Rp5.000.000 dari pelanggan
  • Mencatat hanya Rp4.000.000 di sistem
  • Mengambil selisih Rp1.000.000
  • Tidak ada yang bisa mendeteksi

✅ Dengan SoD (Baik)

Tugas dipisahkan ke 3 orang:

  • Siti — menerima kas & kuitansi
  • Andi — mencatat di sistem
  • Manajer — review & approval
  • Setiap penyimpangan terdeteksi
10.1 — Koneksi Sistem Informasi

Pengendalian Internal & Sistem Informasi

RBAC

Implementasi digital SoD — kasir akses POS, akuntan akses GL, manajer akses approval

Audit Trail

Setiap transaksi tercatat: siapa, kapan, apa, dari mana — komponen "Informasi & Komunikasi"

Workflow Approval

Pengeluaran > Rp10 juta otomatis memerlukan persetujuan direktur keuangan

Monitoring

Deteksi anomali otomatis: transaksi di luar jam kerja, pembayaran ke vendor baru tanpa otorisasi

💡 Keterbatasan

Pengendalian internal hanya memberikan keyakinan wajar, bukan jaminan mutlak. Kelemahan: (1) management override dan (2) kolusi antar karyawan.

10.2 — Pengendalian Kas

Pengendalian Penerimaan Kas

Kas adalah aset yang paling rentan terhadap kecurangan — likuid, mudah dipindahtangankan, sulit dilacak.

Prinsip Implementasi Tujuan
Setor utuh Uang diterima hari ini disetor ke bank hari yang sama Jejak audit di rekening koran
Kuitansi bernomor urut Setiap penerimaan didokumentasikan; nomor tidak boleh dilompati Pengecekan kelengkapan
Pemisahan tugas Penerima ≠ pencatat ≠ penyetor Mencegah manipulasi rantai
10.2 — Pengendalian Kas

Pengendalian Pengeluaran Kas

Prinsip Implementasi Tujuan
Semua via cek/transfer Tidak boleh bayar dari uang kas yang diterima Tercatat di rekening koran
Otorisasi berjenjang < Rp5 juta: supervisor · Rp5–50 juta: manajer · > Rp50 juta: direktur Cegah pengeluaran tidak sah
Dual signature Dua pejabat menandatangani cek untuk jumlah besar Lapisan verifikasi
Voucher system Setiap bayar didukung dokumen: faktur, PO, bukti terima Verifikasi keaslian transaksi
10.2 — Risiko Kecurangan

Lapping Kecurangan Piutang

Kecurangan dengan menutupi pencurian penerimaan kas menggunakan pembayaran pelanggan lain — “gali lubang tutup lubang”.

Hari 1: Pembayaran Pelanggan A (Rp10 juta) → DICURI oleh kasir
Hari 2: Pembayaran Pelanggan B (Rp8 juta) → digunakan menutupi piutang A
Hari 3: Pembayaran Pelanggan C (Rp12 juta) → digunakan menutupi piutang B
... dan seterusnya — semakin besar dan sulit ditutup!
🔍 Cara Deteksi

Konfirmasi saldo langsung ke pelanggan (external confirmation), rotasi tugas kasir, review aging report.

10.2 — Risiko Kecurangan

Kiting Kecurangan Antar-Bank

Memanfaatkan celah waktu (float) transfer antar-bank untuk menggembungkan saldo kas sementara.

31 Maret: Transfer Rp50 juta dari Bank A ke Bank B
Bank B: Sudah mencatat penerimaan → saldo naik
Bank A: Belum mencatat pengeluaran (cek belum clearing) → saldo belum turun
Efek: Saldo gabungan tampak Rp50 juta lebih tinggi selama celah waktu
🔍 Cara Deteksi

Susun bank transfer schedule — daftar semua transfer antar-bank menjelang akhir periode; pastikan kedua sisi tercatat di periode yang sama.

10.3 — Rekonsiliasi Bank

Mengapa Saldo Bank ≠ Saldo Perusahaan?

Rekonsiliasi bank mencocokkan saldo kas menurut buku besar perusahaan dengan saldo menurut rekening koran bank. Perbedaan terjadi karena timing difference:

Sisi Bank (Ditambah/Dikurang)
  • (+) Setoran dalam Perjalanan — sudah dicatat perusahaan, belum masuk di bank
  • (−) Cek Beredar — sudah dicatat perusahaan, belum dicairkan penerima
Sisi Perusahaan (Perlu Jurnal!)
  • (+) Jasa Giro / Bunga, Penagihan oleh Bank
  • (−) Biaya Admin Bank, Cek Kosong (NSF)
  • (±) Koreksi Kesalahan
💡 Aturan Penting

Hanya item di sisi perusahaan yang memerlukan jurnal penyesuaian. Item sisi bank akan ter-clearing otomatis di periode berikutnya.

10.3 — Item Rekonsiliasi

Item-Item Rekonsiliasi Bank

Item Sisi Perlakuan Jurnal?
Setoran dalam Perjalanan Bank + Saldo Bank Tidak
Cek Beredar Bank − Saldo Bank Tidak
Jasa Giro / Bunga Perusahaan + Saldo Perusahaan Ya
Biaya Admin Bank Perusahaan − Saldo Perusahaan Ya
Cek Kosong (NSF) Perusahaan − Saldo Perusahaan Ya
Penagihan oleh Bank Perusahaan + Saldo Perusahaan Ya
10.3 — Contoh Rekonsiliasi

Rekonsiliasi Bank — PT Nusantara Digital

Per 31 Januari 2025 · Saldo Buku Besar: Rp48.000.000 · Saldo Rekening Koran: Rp52.150.000

Sisi Bank

Saldo Rekening Koran Rp52.150.000
(+) Setoran dalam Perjalanan Rp5.500.000
(−) Cek No. 4521 (Rp3.200.000)
(−) Cek No. 4535 (Rp2.800.000)
Saldo yang Benar Rp51.650.000
= ✓

Sisi Perusahaan

Saldo Buku Besar Rp48.000.000
(+) Jasa Giro Rp250.000
(+) Penagihan Piutang Wesel Rp5.850.000
(−) Biaya Admin (Rp150.000)
(−) NSF Check (Rp1.500.000)
(−) Koreksi Kesalahan (Rp800.000)
Saldo yang Benar Rp51.650.000
10.3 — Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi (1/2)

No Debit Kredit
1 Kas Rp250.000
Rp250.000
(Jasa giro dari bank)
2 Kas Rp5.850.000
Rp5.700.000
Rp150.000
(Penagihan piutang wesel oleh bank)
3 Beban Administrasi Bank Rp150.000
Rp150.000
(Biaya administrasi bank)
10.3 — Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi (2/2)

No Debit Kredit
4 Piutang Usaha Rp1.500.000
Rp1.500.000
(Cek kosong / NSF — pelanggan masih berutang)
5 Piutang Usaha Rp800.000
Rp800.000
(Koreksi kelebihan catat penerimaan)
✅ Verifikasi Saldo

Rp48.000.000 + 250.000 + 5.850.000 − 150.000 − 1.500.000 − 800.000 = Rp51.650.000

10.3 — Koneksi Sistem Informasi

Rekonsiliasi Bank & Teknologi

🔗

Bank Feed Integration

ERP terkoneksi langsung dengan bank via API — transaksi otomatis masuk ke sistem

🤖

Auto-Reconciliation

Sistem mencocokkan otomatis berdasarkan tanggal, jumlah, referensi — akuntan hanya review exception

📋

Exception Report

Item yang tidak cocok (unmatched) ditampilkan untuk ditindaklanjuti manual

Continuous Reconciliation

Sistem modern: rekonsiliasi harian atau bahkan real-time — bukan bulanan!

💡 Ingat

Setelah rekonsiliasi, perusahaan harus memposting jurnal penyesuaian agar saldo Kas mencerminkan saldo yang benar.

10.4 — Kas Kecil

Sistem Dana Tetap (Imprest System)

Untuk pengeluaran kecil harian (perangko, parkir, konsumsi rapat) yang tidak praktis dibayar via bank:

1. Pembentukan
Dana tetap ditetapkan
(misal Rp2.000.000)
2. Penggunaan
Keluar kas + simpan bukti
Tidak ada jurnal!
3. Pengisian Kembali
Bukti diserahkan, dana diisi
Jurnal dicatat di sini
💡 Poin Kunci

Saldo akun Kas Kecil di buku besar selalu tetap — yang berfluktuasi adalah saldo fisik. Saat pengisian, yang didebit adalah akun beban, bukan Kas Kecil.

10.4 — Jurnal Kas Kecil

Jurnal Pembentukan & Pengisian Kembali

Tahap Debit Kredit
1 Kas Kecil Rp2.000.000
Rp2.000.000
(Pembentukan kas kecil 1 Feb)
3 Beban Perlengkapan Kantor Rp510.000
Beban Transportasi Rp215.000
Beban Konsumsi Rp350.000
Rp1.075.000
(Pengisian kembali kas kecil 28 Feb — akun Kas Kecil TIDAK berubah)
10.5 — Piutang Usaha

Pengendalian Piutang Usaha

Piutang Usaha (Accounts Receivable) = hak perusahaan menerima pembayaran atas penjualan kredit. Merupakan aset lancar di Neraca.

Metode Pengendalian Penjelasan
Konfirmasi Saldo Verifikasi langsung ke pelanggan — deteksi lapping
Batas Kredit Maksimum piutang per pelanggan berdasarkan riwayat dan risiko
Aging Schedule Kelompokkan piutang per umur keterlambatan — semakin lama, semakin berisiko
Rotasi Petugas Cegah kolusi antara petugas penagihan dengan pelanggan
💡 Koneksi SI

Aging report di ERP dihasilkan dalam hitungan detik. Sistem juga mengirim payment reminder otomatis dan menolak pesanan kredit jika skor kredit di bawah ambang batas.

10.5 — Aging Schedule

Contoh Aging Schedule

Pelanggan Total Belum JT 1–30 Hr 31–60 Hr 61–90 Hr > 90 Hr
PT Alfa 12.000.000 8.000.000 4.000.000
CV Beta 8.500.000 3.500.000 5.000.000
PT Gamma 6.000.000 2.000.000 4.000.000
UD Delta 3.000.000 3.000.000
Total 29.500.000 14.500.000 4.000.000 5.000.000 2.000.000 4.000.000
% Est. Tak Tertagih 1% 3% 10% 25% 50%
Est. Tak Tertagih Rp3.845.000 145.000 120.000 500.000 500.000 2.000.000

Semakin lama piutang menunggak → semakin tinggi % estimasi tak tertagih. PT Gamma (>90 hari) memiliki risiko 50%.

10.6 — Piutang Tak Tertagih

Dua Metode Pencatatan

❌ Penghapusan Langsung

(Direct Write-Off Method)

  • Beban dicatat saat piutang benar-benar tidak tertagih
  • Sederhana, cocok perusahaan kecil
  • Melanggar matching principle — beban & pendapatan di periode berbeda
  • Tidak diperbolehkan IFRS/SAK
  • Masih boleh untuk perpajakan

✅ Metode Penyisihan

(Allowance Method)

  • Beban diestimasi di muka setiap akhir periode
  • Membentuk akun kontra: Cadangan Piutang Tak Tertagih
  • Sesuai matching principle
  • Diwajibkan IFRS/SAK
  • NRV = Piutang − Cadangan
10.6 — Metode Penyisihan

Dua Pendekatan Estimasi

Aspek % Penjualan Analisis Umur Piutang
Basis Penjualan kredit × % estimasi Saldo piutang per kelompok umur
Fokus Laporan Laba Rugi Neraca
Hasil Langsung = beban Saldo cadangan yang seharusnya; beban = selisih

Jurnal-Jurnal Penting

Penyesuaian

Dr. Beban Piutang Tak Tertagih
Cr. Cadangan Piutang TT

Penghapusan

Dr. Cadangan Piutang TT
Cr. Piutang Usaha
NRV tidak berubah!

Pemulihan

Dr. Piutang Usaha
Cr. Cadangan
lalu Dr. Kas / Cr. Piutang

10.6 — Contoh Perhitungan

Metode Penyisihan: Analisis Umur Piutang

PT Digitama Solusi, 31 Desember 2025 — Saldo Cadangan saat ini: Rp1.200.000 (kredit)

Kelompok Umur Saldo Piutang % Est. Tak Tertagih
Belum jatuh tempo Rp120.000.000 1% Rp1.200.000
1–30 hari Rp45.000.000 5% Rp2.250.000
31–60 hari Rp20.000.000 15% Rp3.000.000
61–90 hari Rp10.000.000 30% Rp3.000.000
> 90 hari Rp5.000.000 60% Rp3.000.000
Total Rp200.000.000 Rp12.450.000
📐 Perhitungan Beban

Cadangan seharusnya: Rp12.450.000 − Cadangan saat ini: Rp1.200.000 = Beban: Rp11.250.000

10.6 — Penyajian di Neraca

Net Realizable Value (NRV)

Piutang disajikan di Neraca sebesar nilai yang diharapkan benar-benar diterima:

PT Digitama Solusi
Neraca (Sebagian)
Per 31 Desember 2025
ASET LANCAR
Piutang Usaha Rp200.000.000
(−) Cadangan Piutang Tak Tertagih (Rp12.450.000)
Piutang Usaha — Bersih (NRV) Rp187.550.000
💡 Keunggulan Metode Penyisihan

Saat piutang dihapuskan, NRV tidak berubah karena Piutang dan Cadangan turun dengan jumlah yang sama. Ini adalah keunggulan utama dibanding metode penghapusan langsung.

Pertemuan 10 — Rangkuman

Rangkuman Materi

📌 Preview Pertemuan 11

Aset Tetap & Depresiasi — Pengakuan, pengukuran, metode penyusutan (garis lurus, saldo menurun, unit produksi), dan pelepasan aset tetap.