Pertemuan 09

Akuntansi Perusahaan Dagang
dan Persediaan

Karakteristik Perusahaan Dagang, Sistem Persediaan (Periodik & Perpetual), Syarat Pembayaran, HPP, dan Laporan Laba Rugi Multi-Step

Pengantar Akuntansi Keuangan untuk Sistem Informasi

Tikno, ST., M.Kom., MCE.

9.1 — Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan Jasa vs Perusahaan Dagang

Aspek Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang
Sumber pendapatan Menjual layanan / keahlian Menjual barang dagangan
Persediaan Tidak punya persediaan Memiliki persediaan barang
HPP (COGS) Tidak ada Ada — biaya perolehan barang terjual
Laporan Laba Rugi Single-step Multi-step
Contoh Kantor akuntan, konsultan IT Toko elektronik, minimarket
💡 Dua Kejadian Akuntansi

Setiap kali perusahaan dagang menjual barang, ada 2 pencatatan: (1) Pendapatan dicatat, (2) Biaya barang yang terjual (HPP) dicatat.

9.1 — Siklus Bisnis

Siklus Bisnis Perusahaan Dagang

📦 Pembelian Barang
(dari Pemasok)
🏬 Penyimpanan
(Gudang / Toko)
🛒 Penjualan
(ke Pelanggan)
💰 Penerimaan Kas
(dari Pelanggan)

Akun-Akun Baru yang Muncul

Persediaan

Aset Lancar — barang tersedia untuk dijual

Pembelian

Beban (periodik) — harga beli barang

HPP / COGS

Beban — biaya barang yang sudah terjual

Retur & Potongan

Kontra akun — pengembalian & diskon

Penjualan

Pendapatan — hasil jual barang

Ongkos Angkut

Freight-In — biaya kirim ke pembeli

9.2 — Sistem Persediaan Periodik

Sistem Persediaan Periodik

Persediaan tidak diperbarui secara real-time. HPP baru diketahui di akhir periode melalui stock opname (penghitungan fisik).

🖥️ Analogi Sistem Informasi

Seperti database tanpa trigger — stok tidak otomatis berkurang saat penjualan. Di akhir bulan, jalankan batch process manual untuk merekonsiliasi.

9.2 — Jurnal Sistem Periodik

Contoh Jurnal — Sistem Periodik

PT Sumber Makmur Elektronik — Januari 2025

Tanggal Debit Kredit
5 Jan Pembelian Rp7.500.000
Rp7.500.000
(Beli 50 unit keyboard @Rp150.000, kredit)
12 Jan Kas Rp5.000.000
Rp5.000.000
(Jual 20 unit keyboard @Rp250.000, tunai — tanpa jurnal HPP)
⚠️ Perhatikan

Yang didebit adalah akun Pembelian, bukan Persediaan. Dan saat penjualan, tidak ada jurnal HPP.

9.2 — Rumus HPP

Perhitungan HPP — Sistem Periodik

Persediaan Awal Pers. Awal
+
Pembelian Bersih Pemb. Bersih
Persediaan Akhir Pers. Akhir
=
Harga Pokok Penjualan HPP
Persediaan Awal (1 Jan) Rp5.000.000
(+) Pembelian Rp7.500.000
(+) Ongkos Angkut Pembelian Rp200.000
(−) Retur Pembelian (Rp300.000)
(−) Potongan Pembelian (Rp150.000)
= Barang Tersedia untuk Dijual Rp12.250.000
(−) Persediaan Akhir (stock opname) (Rp8.250.000)
= HPP Rp4.000.000
9.3 — Sistem Persediaan Perpetual

Sistem Persediaan Perpetual

Setiap transaksi langsung memperbarui saldo persediaan secara real-time. Perusahaan selalu tahu persis berapa stok yang tersisa.

🖥️ Analogi Sistem Informasi

Seperti database dengan trigger AFTER INSERT pada tabel sales — otomatis mengurangi quantity di tabel inventory dan mencatat HPP. Ini adalah fondasi sistem POS modern.

9.3 — Jurnal Sistem Perpetual

Contoh Jurnal — Sistem Perpetual

Transaksi sama — PT Sumber Makmur Elektronik

Tanggal Debit Kredit
5 Jan Persediaan Barang Dagang Rp7.500.000
Rp7.500.000
12 Jan Kas Rp5.000.000
Rp5.000.000
12 Jan Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp3.000.000
Rp3.000.000
(HPP = 20 unit × Rp150.000 — secara bersamaan dengan jurnal penjualan)
9.2 vs 9.3 — Perbandingan

Periodik vs Perpetual

Aspek Periodik Perpetual
Akun saat beli Pembelian (D) Persediaan (D)
Jurnal saat jual 1 jurnal (pendapatan) 2 jurnal (pendapatan + HPP)
HPP diketahui Akhir periode Setiap transaksi
Stock opname Wajib (satu-satunya cara) Tetap perlu (validasi)
Cocok untuk Usaha kecil, SKU sedikit Usaha besar, volume tinggi
Kebutuhan teknologi Rendah (bisa manual) Tinggi (POS, barcode, ERP)
📝 Catatan Penting

Sistem periodik bukan inferior. Untuk usaha kecil (50 SKU), overhead perpetual bisa lebih mahal dari manfaatnya. Pilih sesuai skala bisnis.

9.4 — Syarat Pembayaran & Pengiriman

Syarat Pembayaran (Term of Payment)

Syarat Arti
2/10, n/30 Potongan 2% jika bayar dalam 10 hari; lunas maks 30 hari
1/15, n/45 Potongan 1% jika bayar dalam 15 hari; lunas maks 45 hari
n/30 Tidak ada potongan; lunas dalam 30 hari
EOM End of Month — lunas akhir bulan transaksi
COD Cash on Delivery — bayar saat barang diterima
💡 Mengapa Ambil Diskon?

Potongan 2/10, n/30 setara ~37% return tahunan — jauh lebih tinggi dari bunga pinjaman bank (~10-15%). Selalu ambil diskon jika mampu!

9.4 — Syarat Pengiriman

FOB Shipping Point vs FOB Destination

📦 FOB Shipping Point
  • Kepemilikan berpindah di gudang penjual
  • Biaya kirim ditanggung Pembeli
  • Dicatat sebagai Ongkos Angkut Pembelian (Freight-In)
  • Menambah HPP
🏠 FOB Destination
  • Kepemilikan berpindah di gudang pembeli
  • Biaya kirim ditanggung Penjual
  • Dicatat sebagai Beban Pengiriman (Freight-Out)
  • Masuk Beban Operasional
⚠️ Penting untuk Akurasi Laporan

Freight-In → masuk HPP. Freight-Out → masuk Beban Operasional. Salah klasifikasi = salah saji Laba Kotor.

9.4 — Contoh Transaksi Lengkap

Jurnal dengan Retur & Diskon Perpetual

Beli 100 unit mouse @Rp50.000 | 2/10, n/30 | FOB Shipping Point | Retur 5 unit | Bayar dalam diskon

Tanggal Debit Kredit
1 Mar Persediaan Barang Dagang Rp5.000.000
Rp5.000.000
1 Mar Persediaan Barang Dagang Rp500.000
Rp500.000
3 Mar Utang Usaha (retur 5 unit) Rp250.000
Rp250.000
9 Mar Utang Usaha Rp4.750.000
Rp4.655.000
Rp95.000
9.5 — Harga Pokok Penjualan

Metode Arus Biaya (Cost Flow Assumptions)

Ketika barang yang sama dibeli pada tanggal dan harga berbeda, bagaimana menentukan barang mana yang dianggap terjual?

1️⃣

FIFO

First In, First Out — barang yang dibeli pertama dianggap dijual pertama

2️⃣

LIFO (konsep)

Last In, First Out — barang yang dibeli terakhir dianggap dijual pertama

3️⃣

Rata-rata Tertimbang

Weighted Average — semua barang dianggap memiliki harga rata-rata

⚠️ LIFO Tidak Diperbolehkan di Indonesia

LIFO dilarang oleh IFRS (SAK). Hanya FIFO dan Rata-rata Tertimbang yang digunakan dalam praktik di Indonesia. LIFO dibahas sebagai konsep perbandingan saja.

9.5 — Studi Kasus

Data Persediaan Mouse Wireless

PT Sumber Makmur Elektronik — Maret 2025

Tanggal Keterangan Unit Harga/Unit Total
1 Mar Persediaan Awal 100 Rp50.000 Rp5.000.000
10 Mar Pembelian 1 150 Rp55.000 Rp8.250.000
20 Mar Pembelian 2 200 Rp60.000 Rp12.000.000
Total Tersedia 450 Rp25.250.000

Dijual

300

unit

Persediaan Akhir

150

unit

9.5 — Metode FIFO

HPP dengan FIFO First In, First Out

300 unit terjual berasal dari yang dibeli paling awal:

Sumber Unit Harga/Unit Total
Persediaan Awal 100 Rp50.000 Rp5.000.000
Pembelian 1 150 Rp55.000 Rp8.250.000
Pembelian 2 (sebagian) 50 Rp60.000 Rp3.000.000
HPP (FIFO) 300 Rp16.250.000

Persediaan Akhir

Rp9.000.000

150 unit × Rp60.000

Verifikasi ✓

Rp16.250.000 + Rp9.000.000

= Rp25.250.000

9.5 — Metode Rata-rata Tertimbang

HPP dengan Rata-rata Tertimbang

Total Biaya Rp25.250.000
÷
Total Unit 450
=
Harga Rata-rata Rp56.111

HPP (Rata-rata)

Rp16.833.300

300 × Rp56.111

Persediaan Akhir

Rp8.416.650

150 × Rp56.111

📝 Catatan

Metode arus biaya adalah asumsi akuntansi, bukan arus fisik barang. Perusahaan bisa FIFO fisik tapi menggunakan Rata-rata Tertimbang untuk pencatatan.

9.5 — Perbandingan Dampak

Dampak Metode Arus Biaya (saat harga naik)

Penjualan = Rp21.000.000

Komponen FIFO Rata-rata LIFO
HPP Rp16.250.000 Rp16.833.300 Rp17.500.000
Laba Kotor Rp4.750.000 Rp4.166.700 Rp3.500.000
Persediaan Akhir Rp9.000.000 Rp8.416.650 Rp7.750.000

FIFO

HPP rendah → Laba tinggi → Pajak tinggi

Rata-rata

Selalu berada di tengah-tengah antara FIFO dan LIFO

LIFO (konsep)

HPP tinggi → Laba rendah → Pajak rendah

9.6 — Laporan Laba Rugi Multi-Step

Struktur Laporan Laba Rugi Multi-Step

Penjualan Bersih
− HPP
= Laba Kotor
− Beban Operasional
= Laba Operasional
± Lain-lain
= Laba Bersih

Laba Kotor

Seberapa baik perusahaan dalam membeli & menjual barang (markup)

Laba Operasional

Kinerja operasi inti bisnis secara keseluruhan

Laba Bersih

Hasil akhir setelah semua pendapatan & beban diperhitungkan

📊 Mengapa Multi-Step?

Menampilkan tahapan laba secara bertahap — memberikan informasi lebih kaya daripada format single-step yang hanya menunjukkan Laba Bersih.

9.6 — Contoh Laporan

Laporan Laba Rugi — PT Sumber Makmur Elektronik

PT Sumber Makmur Elektronik
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2025 (FIFO)
PENJUALAN
Penjualan Rp21.000.000
Retur Penjualan (Rp500.000)
Potongan Penjualan (Rp200.000)
Penjualan Bersih Rp20.300.000
HARGA POKOK PENJUALAN
HPP (Rp16.405.000)
LABA KOTOR Rp3.895.000
BEBAN OPERASIONAL
Beban Gaji (Penjualan + Adm) Rp1.400.000
Beban Pengiriman, Sewa, Perlengkapan Rp950.000
Total Beban Operasional (Rp2.350.000)
LABA OPERASIONAL Rp1.545.000
Pendapatan & Beban Lain-lain (Neto) (Rp50.000)
LABA BERSIH Rp1.495.000
9.6 — Analisis Margin

Analisis Singkat

Margin Laba Kotor

19,2%

Rp3.895.000 / Rp20.300.000

Margin Laba Bersih

7,4%

Rp1.495.000 / Rp20.300.000

Setiap Rp100 penjualan → Rp19,20 menjadi laba kotor → Rp7,40 menjadi laba bersih

🖥️ Koneksi dengan Sistem Informasi

Pada ERP, Laporan Laba Rugi dihasilkan otomatis dari data transaksi. Margin Laba Kotor & Bersih menjadi KPI di dashboard manajerial untuk monitoring real-time. User bisa drill-down ke detail per faktur, per produk, per pelanggan.

Koneksi dengan Sistem Informasi

Dari Akuntansi ke Sistem Informasi

🗄️

Database Lebih Kompleks

Tabel baru: products, inventory, suppliers, purchase_orders

🏪

Point of Sale (POS)

Scan barcode → otomatis kurangi stok & catat HPP (perpetual)

📦

Warehouse Management

Lacak barang: penerimaan → penyimpanan → pengambilan → pengiriman

🔔

Reorder Point

Stok mencapai batas minimum → otomatis buat Purchase Order

⚙️

Konfigurasi Arus Biaya

FIFO atau Rata-rata bisa di-set per product category di ERP

📊

Dashboard Real-time

Inventory turnover, stok per lokasi, stockout alerts langsung di dashboard

Rangkuman

Key Takeaways — Pertemuan 09

  • Perusahaan dagang membeli & menjual barang — akun baru: Persediaan, HPP, Retur, Potongan
  • Periodik: HPP di akhir periode via stock opname
  • Perpetual: real-time, 2 jurnal saat jual
  • 2/10, n/30 → ambil diskon = ~37% return tahunan
  • FOB Shipping Point → biaya kirim ke pembeli (HPP)
  • HPP = Pers. Awal + Pemb. Bersih − Pers. Akhir
  • FIFO → laba tinggi saat harga naik
  • LIFO dilarang di Indonesia (IFRS/SAK)
  • Multi-step: Penjualan → Laba Kotor → Laba Operasional → Laba Bersih
  • Metode arus biaya = keputusan kebijakan akuntansi yang dikonfigurasi di SI

Preview Pertemuan 10

Pengendalian Internal: Kas & Piutang