Menganalisis transaksi yang memerlukan penyesuaian di akhir periode dan membuat Adjusting Journal Entries berdasarkan basis akrual.
Dua pendekatan pencatatan dan mengapa SAK mewajibkan basis akrual
5 langkah PSAK 72 / IFRS 15 untuk mengakui pendapatan
Matching principle — beban dipasangkan dengan pendapatan terkait
Beban Dibayar di Muka & Pendapatan Diterima di Muka
Beban Akrual & Pendapatan Akrual — peristiwa duluan, kas belakangan
Alokasi biaya aset tetap selama masa manfaat (garis lurus)
Memberikan gambaran keuangan lebih akurat, menunjukkan kewajiban & hak yang sedang berjalan, membantu pengambilan keputusan berdasarkan kinerja ekonomi sesungguhnya.
Proyek konsultasi IT selesai 28 Desember 2025 senilai Rp20.000.000. Klien baru membayar 15 Januari 2026.
| Aspek | Basis Kas | Basis Akrual |
|---|---|---|
| Kapan pendapatan dicatat? | Januari 2026 | Desember 2025 |
| L/R Desember 2025 | Rp0 | Rp20.000.000 |
| L/R Januari 2026 | Rp20.000.000 | Rp0 |
Basis kas meremehkan kinerja Desember dan melebih-lebihkan Januari. Basis akrual memberikan gambaran yang lebih jujur.
Berdasarkan PSAK 72 (adopsi IFRS 15)
Jasa sudah diberikan tapi uang belum diterima → dicatat sebagai Piutang Pendapatan
Uang sudah diterima tapi jasa belum diberikan → dicatat sebagai Liabilitas
"Menerima kas" ≠ "Mengakui pendapatan". Dalam basis akrual, kedua peristiwa ini berbeda dan bisa terjadi di waktu yang berbeda.
Beban harus dicatat pada periode yang sama dengan pendapatan yang dihasilkan oleh beban tersebut — memastikan hubungan sebab-akibat di Laporan Laba Rugi.
| Tgl | Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 31/12 | Beban Gaji | Rp15.000.000 | |
| Utang Gaji | Rp15.000.000 | ||
| (Gaji Desember yang belum dibayar) |
DEFERAL — Kas duluan
Aset → Beban
Dr: Beban
Kr: Aset
Liabilitas → Pendapatan
Dr: Liabilitas
Kr: Pendapatan
AKRUAL — Peristiwa duluan
→ Beban ↑ Utang ↑
Dr: Beban
Kr: Utang
→ Piutang ↑ Pendapatan ↑
Dr: Piutang
Kr: Pendapatan
Dr: Beban Penyusutan · Kr: Akumulasi Penyusutan
Prepaid Expenses — Kas keluar duluan, manfaat belum habis
PT Nusantara Digital membayar premi asuransi Rp12.000.000 pada 1 Oktober 2025 untuk 12 bulan.
| Asuransi Dibayar di Muka | Rp12.000.000 | |
| Kas | Rp12.000.000 |
| Beban Asuransi | Rp3.000.000 | |
| Asuransi Dibayar di Muka | Rp3.000.000 |
Aset tersisa = Rp9.000.000 (9 bulan). Beban Asuransi = Rp3.000.000 (3 bulan: Okt–Des). Perhitungan: 3/12 × Rp12.000.000.
Unearned Revenue — Kas masuk duluan, jasa belum selesai
1 Des 2025: PT Nusantara Digital menerima Rp9.000.000 dari CV Maju Bersama untuk kontrak 3 bulan (Des–Feb).
| Kas | Rp9.000.000 | |
| Pendapatan Diterima di Muka | Rp9.000.000 |
| Pendapatan Diterima di Muka | Rp3.000.000 | |
| Pendapatan Jasa | Rp3.000.000 |
Liabilitas tersisa = Rp6.000.000 (2 bulan). Pendapatan Jasa = Rp3.000.000 (1 bulan). Perhitungan: 1/3 × Rp9.000.000.
Accrued Expenses — Beban sudah terjadi, kas belum keluar
Gaji Desember Rp10.000.000 belum dibayar
| Beban Gaji | Rp10.000.000 | |
| Utang Gaji | Rp10.000.000 |
Pinjaman Rp60jt × 12% × 2/12 = Rp1.200.000
| Beban Bunga | Rp1.200.000 | |
| Utang Bunga | Rp1.200.000 |
Tidak ada jurnal umum sebelumnya — jurnal penyesuaian adalah pencatatan pertama kali. Selalu: Dr: Beban + Kr: Utang (Liabilitas).
Accrued Revenue — Jasa sudah diberikan, kas belum masuk
PT Nusantara Digital memberikan jasa konsultasi kepada CV Teknologi Mandiri sepanjang Desember senilai Rp8.000.000. Faktur belum dikirim.
| Tgl | Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 31/12 | Piutang Pendapatan | Rp8.000.000 | |
| Pendapatan Jasa | Rp8.000.000 | ||
| (Jasa Desember yang belum ditagih) |
Pendapatan Jasa bertambah Rp8.000.000 → Laba naik
Piutang Pendapatan (Aset) bertambah Rp8.000.000
Alokasi biaya perolehan aset tetap secara sistematis selama masa manfaat. Menggunakan kontra akun Akumulasi Penyusutan.
Penyusutan/Tahun = (Harga Perolehan − Nilai Residu) ÷ Masa Manfaat
Harga beli + semua biaya agar aset siap pakai (Cost)
Estimasi nilai jual aset di akhir masa manfaat (Salvage Value)
Estimasi lama aset memberikan manfaat ekonomi (Useful Life)
Kredit bukan langsung ke akun aset, melainkan ke Akumulasi Penyusutan (bersaldo normal Kredit). Harga perolehan asli tetap tampil di Neraca.
Dibeli 1 Jan 2025: Rp24.000.000 · Masa manfaat 4 tahun · Nilai residu Rp4.000.000 · Penyusutan/tahun = Rp5.000.000
| Tahun | Beban Penyusutan | Akum. Penyusutan | Nilai Buku |
|---|---|---|---|
| 2025 | Rp5.000.000 | Rp5.000.000 | Rp19.000.000 |
| 2026 | Rp5.000.000 | Rp10.000.000 | Rp14.000.000 |
| 2027 | Rp5.000.000 | Rp15.000.000 | Rp9.000.000 |
| 2028 | Rp5.000.000 | Rp20.000.000 | Rp4.000.000 |
| Beban Penyusutan – Peralatan | Rp5.000.000 | |
| Akumulasi Penyusutan – Peralatan | Rp5.000.000 |
| Jenis Penyesuaian | Laporan Laba Rugi | Neraca |
|---|---|---|
| Beban Dibayar di Muka | Beban ↑ | Aset ↓ |
| Pendapatan Diterima di Muka | Pendapatan ↑ | Liabilitas ↓ |
| Beban Akrual | Beban ↑ | Liabilitas ↑ |
| Pendapatan Akrual | Pendapatan ↑ | Aset ↑ |
| Penyusutan | Beban ↑ | Aset (neto) ↓ |
Setiap jurnal penyesuaian selalu melibatkan satu akun Neraca dan satu akun Laba Rugi — tidak pernah melibatkan akun Kas.
Memindahkan sebagian dari akun Neraca ke akun Laba Rugi sesuai porsi terpakai
Menciptakan akun baru di Neraca (piutang/utang) dan Laba Rugi (pendapatan/beban)
| No. Akun | Nama Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 1-1110 | Kas | 32.000.000 | |
| 1-1200 | Piutang Usaha | 8.000.000 | |
| 1-1300 | Perlengkapan | 4.000.000 | |
| 1-1500 | Sewa Dibayar di Muka | 18.000.000 | |
| 1-1600 | Asuransi Dibayar di Muka | 6.000.000 | |
| 1-2100 | Peralatan Komputer | 36.000.000 | |
| 2-1100 | Utang Usaha | 5.000.000 | |
| 2-1200 | Pendapatan Diterima di Muka | 10.000.000 | |
| 3-1100 | Modal, Tn. Reza | 50.000.000 | |
| 4-1100 | Pendapatan Jasa | 55.000.000 | |
| 5-1100 | Beban Gaji | 12.000.000 | |
| 5-1200 | Beban Listrik & Internet | 4.000.000 | |
| TOTAL | 120.000.000 | 120.000.000 |
| No | Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 1 | Beban Perlengkapan | 3.000.000 | |
| Perlengkapan | 3.000.000 | ||
| (Perlengkapan terpakai: 4jt − 1jt sisa) | |||
| 2 | Beban Sewa | 7.500.000 | |
| Sewa Dibayar di Muka | 7.500.000 | ||
| (Sewa 5 bulan: Ags–Des · 5/12 × 18jt) | |||
| 3 | Beban Asuransi | 1.500.000 | |
| Asuransi Dibayar di Muka | 1.500.000 | ||
| (Asuransi 3 bulan: Okt–Des · 3/12 × 6jt) | |||
| 4 | Beban Penyusutan – Peralatan | 3.000.000 | |
| Akum. Penyusutan – Peralatan | 3.000.000 | ||
| (6 bulan: Jul–Des · (36jt−6jt)/5/12×6) | |||
| No | Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 5 | Beban Gaji | 3.000.000 | |
| Utang Gaji | 3.000.000 | ||
| (Gaji Desember yang belum dibayar) | |||
| 6 | Pendapatan Diterima di Muka | 7.000.000 | |
| Pendapatan Jasa | 7.000.000 | ||
| (Jasa senilai Rp7jt sudah diselesaikan) | |||
| 7 | Piutang Pendapatan | 4.500.000 | |
| Pendapatan Jasa | 4.500.000 | ||
| (Jasa konsultasi selesai, belum ditagih) | |||
Perlengkapan, Sewa, Asuransi
Peralatan Komputer
Gaji, Pndptn di Muka, Piutang
| Nama Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | 32.000.000 | |
| Piutang Usaha | 8.000.000 | |
| Piutang Pendapatan | 4.500.000 | |
| Perlengkapan | 1.000.000 | |
| Sewa Dibayar di Muka | 10.500.000 | |
| Asuransi Dibayar di Muka | 4.500.000 | |
| Peralatan Komputer | 36.000.000 | |
| Akum. Penyusutan – Peralatan | 3.000.000 | |
| Utang Usaha | 5.000.000 | |
| Pendapatan Diterima di Muka | 3.000.000 | |
| Utang Gaji | 3.000.000 | |
| Modal, Tn. Reza | 50.000.000 | |
| Pendapatan Jasa | 66.500.000 | |
| Beban Gaji | 15.000.000 | |
| Beban Listrik & Internet | 4.000.000 | |
| Beban Perlengkapan | 3.000.000 | |
| Beban Sewa | 7.500.000 | |
| Beban Asuransi | 1.500.000 | |
| Beban Penyusutan – Peralatan | 3.000.000 | |
| TOTAL | 130.500.000 | 130.500.000 |
Jurnal penyesuaian adalah langkah ke-5 dalam siklus akuntansi — menjembatani Neraca Saldo (belum disesuaikan) dengan Laporan Keuangan yang akurat.
Pendapatan, beban, aset, dan liabilitas bisa meremehkan atau melebih-lebihkan kondisi sesungguhnya.
Laporan keuangan mencerminkan kinerja ekonomi sesungguhnya sesuai basis akrual yang diwajibkan SAK.
SAK/IFRS mewajibkan pencatatan saat peristiwa ekonomis terjadi, bukan saat kas berpindah
Beban dipasangkan dengan pendapatan di periode yang sama (matching principle)
Deferal: kas duluan → pindahkan Neraca ke L/R. Akrual: peristiwa duluan → buat akun baru
Alokasi biaya aset tetap via kontra akun Akumulasi Penyusutan (metode garis lurus)
Selalu 1 akun Neraca + 1 akun Laba Rugi. Tidak pernah melibatkan akun Kas
Neraca Lajur & Jurnal Penutup — Worksheet 10 kolom dan proses penutupan buku